Angkatan'30-an (Pujangga Baru) merupakan angkatan yang berani menampilkan perubahan dari angkatan '20-an. Perubahan ini tercermin dalam tema-tema yang diangkat tidak lagi terpengaruh oleh budaya dan adat masyarakat lama. Tokoh yang menonjol dalam angkatan ini antara lain, Armin Pane, Amir Hamzah, dan Sutan Takdir Alisyahbana. NovelAngkatan 20-an : Bahasanya mengutamakan keindahan bahasa daripada isi , menggunakan ejaan lama, pepatah, pribahasa sehingga pembaca sukar untuk mengerti isi dari cerita tersebut. 25) nama Balai Pustaka menunjuk pada dua pengertian: 1. Sebagai nama penerbit 2. Tema yang sering diangkat menjadi tema novel angkatan 30-an adalah Pengertiannovel menurut para ahli beserta ciri ciri novel, struktur novel, jenis jenis novel. Unsur intrinsik dan ekstrinsik novel dan contohnya .. Langsung ke isi. Ciri - Ciri Novel Angkatan 20 dan 30-an. Mempunyai tema masalah adat dan kawin paksa. Umumnya berisi kritikan terhadap adat tempo dulu. Ringkasancerita : Seorang Penghulu di Padang bernama Sutan Mahmud Syah yang isterinya bernama Sitti Maryam mempunyai seorang anak tunggal laki-laki bernama Samsul Bahri. Rumah mereka berdekatan dengan rumah seorang saudagar yang merupakan seorang pedagang yang terbilang cukup KarakteristikNovel Angkatan 20-30an Karya-karya sastra yang lahir pada periode 1920-1930an sering disebut sebagai karya sastra Angkatan Dua Puluhan atau Angkatan Balai Pustaka. Disebut Angkatan Dua Puluhan sebab novel yang pertama kali terbit adalah pada tahun 1920, yakni novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregar. Namun ciri-ciri novel modern ini ternyata sangat berbeda dengan novel angkatan 20-an dan 30-an. Diantaranya memiliki tema tentang masalah adat dan perjodohan paksa. Dahulu, umumnya novel ditulis untuk mengkritik adat yang dianggap terlalu mengekang. Disamping itu, tokoh utamaya biasanya diceritakan dari usia belia hingga akhirnya meninggal dunia. RingkasanTeori | Ciri-ciri Novel Angkatan 20/30-an--- Ciri-cirinya: a. Tema berkisar masalah adat dan kawin paksa b. Isinya kebanyakan mengkritik keburukan adat lama dalam soal perkawinan. c. Tokoh-tokohnya diceritakan sejak muda hingga meninggal dunia d. Thursday 24 January 2013 Menyimpulkan isi cerah dan Novel angkatan 20-30 an A. Menyimpulkan Isi Ceramah Mendengarkan ceramah tidak hanya membutuhkan konsentrasi sepanjang ceramah berlangsung.Mendengarkan ceramah juga harus didukung kemampuan memahami dan mengambil simpulan tentang isi ceramah. CiriCiri Novel Angkatan 20 dan 30-an Memiliki tema masalah adat dan kawin paksa. Pada umumnya mengandung kritikan kepada adat tempo dulu Tokoh yang menjadi bahan cerita dari mudah hingga meninggal dunia Mempunyai bahasa yang kaku dan statis Bahasa yang digunakan santun Mempunyai konflik dikarenakan oleh perselisihan dalam memilih nilai kehidupan PengertianNovel Angkatan 20 30an. Here are a number of highest rated Pengertian Novel Angkatan 20 30an pictures on internet. We identified it from trustworthy source. Its submitted by organization in the best field. We recognize this nice of Pengertian Novel Angkatan 20 30an graphic could possibly be the most trending subject similar to we 3xVuQL. Novel Angkatan 20-30an Diantara kamu pernah membaca novel. novel yang akan kita bahas kali ini adlaah novel Angkata 20-an dan 30-an. Novelnovel apa saja yang termasuk Angkatan 20-an? Dan novel apa saja yang termasuk Angkatan 30-an? Mari kita pelajari bersama. 1. Novel Angkatan 20-an Pernahkah kamu membaca novel-novel Angkatan 20-an? Angkatan 20-an sering disebut dengan Angkatan Balai Pustaka. Disebut dengan Angkatan Balai Pustaka karena Balai Pustaka adalah satu-satunya penerbit yang berperan dan berdiri pada pemerintahan kolonial Belanda pada tahun 1917. Karya sastra yang dihasilkan umumnya berupa roman dan novel. Karya-karya tersebut masih terpengaruh unsur-unsur sastra lama yang menjadi latar cerita. Unsur-unsur tersebut antara lain adat, kebiasaan, etika, dan bahasa. Berikut novel/roman yang diterbitkan pada Angkatan 20-an ini 1. AZAB DAN SENGSARA Karya Merari Siregar-1920 Tema Kawin paksa, ketika perjodohan anak muda masih ditentukan oleh orangtua mereka. Tokoh Aminuddin, Mariamin, Baginda Diatas, Kasibun, Nuria, Sutan Baringin. 2. SABAI NAN ALUIH Karya Tulis Sutan Sati-1920 3. SITTI NURBAYA Karya Marah Rusli-1922 Tema Kasih tak sampai dan kawin paksa Tokoh Sitti Nurbaya, Samsul Bahri, Datuk Meringgih 4. MENCARI PENCURI ANAK PERAWAN Karya Suman Hasibuan-1923 5. SALAH PILIH Karya Nur Sutan Iskandar-1928 6. SALAH ASUHAN Karya Abdul Muis-1928 Tema Kesalahan dalam mendidik dan mengasuh anak, kisah kasih antara dua anak manusia berbeda bangsa. Tokoh Hanafi, Corrie, Rapiah, Safei, Ibu Hanafi. 7. SENGSARA MEMBAWA NIKMAT Karya Tulis Sutan Sati-1928 8. NERAKA DUNIA Karya Nur Sutan Iskandar-1934 9. HULUBALANG RAJA Karya Nur Sutan Iskandar-1934 10. KATAK HENDAK MENJADI LEMBU Karya Nur Sutan Iskandar-1935 11. NUSA PENIDA Karya Anjar Asmara 12. SUKRENI GADIS BALI Karya I Gusti Nyoman Panji Tisna-1936 2. Novel Angkatan 30-an Angkatan 30-an Pujangga Baru merupakan angkatan yang berani menampilkan perubahan. Perubahan ini tercermin dalam tema-tema yang diangkat tidak lagi terpengaruh oleh budaya dan adat masyarakat lama. Tokoh yang menonjol dalam angkatan ini antara lain, Armin Pane, Amir Hamzah, dan Sutan Takdir Alisyahbana. Karya sastra yang menonjol pada saat itu adalah novel Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana. Contoh-contoh karya sastra Angkatan 30-an a. Anak Perawan di Sarang Penyamun karya Sutan Takdir Ali syahbana, b. Belenggu, karya Armin Pane, c. Dijemput Mamaknya, karya Hamka, d. I Swasta Setahun di Bedahulu, karya Pandji Trisna, e. Percobaan Setia, karya Suman 3. Mengidentifikasi Kebiasaan, Adat, dan Etika dalam Novel Angkatan 20 dan 30-an a. Adat Adat adalah suatu aturan/peraturan yang lazim diturut/dilakukan sesuai dengan situasi dan waktu tertentu. Adat diartikan sebagai hukum tak tertulis sehingga bersifat mengikat masyarakat penggunanya. Adat inilah yang akan menentukan karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Jika tokoh mematuhi adat yang berlaku, maka ia dianggap tokoh yang baik dan layak ditiru. Sebaliknya, jika ada tokoh yang menentang atau tidak taat adat biasanya akan dijauhi atau dihukum sesuai adat yang berlaku. b. Kebiasaan Kebiasaan merupakan budaya atau tradisi masyarakat yang turun-temurun dilakukan. Kebiasaan terkait latar belakang budaya dalam cerita. c. Etika Etika berkaitan dengan apa yang dianggap baik atau buruk, atau sopan-tidak sopan pada kebiasaan tokoh-tokoh ceritanya. Etika berkaitan dengan moral atau perilaku yang terpengaruh oleh adat dan kebiasaan. d. Bahasa Bahasa yang digunakan pada karya sastra Angkatan 20-an dipengaruhi oleh bahasa daerah. Penggunaan ungkapan dan perbandingan sebagai bentuk kiasan banyak dijumpai dalam karya sastra angkatan 20-an. Sekarang, baca dengan saksama dua novel berikut ini, kemudian kerjakan latihan yang menyertainya. Ciri-cirinya a. Tema berkisar masalah adat dan kawin paksa b. Isnya kebanyakan mengkritik keburukan adat lama dalam soal perkawinan. c. Tokoh-tokohnya diceritakan sejak muda hingga meninggal dunia d. Konflik yang dialami para tokoh kebanyakan disebabkan perselisihan dalam memilih nilai kehidupan barat dan timur e. Pleonasme menggunakan kata-kata yang berlebihan f. Bahasa terkesan kaku dan statis g. Bahasanya sangat santun h. Para penulisnya kebanyakan berasal dari Pulau Sumatera Sumber