500pasien RS Premier Bintaro sudah rasakan manfaat MRI 3 Tesla. 26 Juli 2022 17:38. Kumpulan berita vaksinasi lombok tengah, ditemukan 1 berita. Pembongkaran makam Brigadir Yosua Hutabarat. Mengenang 70 tahun kematian Evita Peron. www.antaranews.com
Dikota Mataram ada makam Loang Baloq di Tanjung Karang, pantai Boom di bekas Pelabuhan Ampenan, dan Makam Bintaro. Di makam-makam tersebut, para peziarah mendoakan dan menghormati leluhur yang pernah berdakwah di Pulau Lombok. Kunjungan ke makam juga biasanya dilakaukan dengan prosesi Ngurisang atau potong rambut bayi.
Dalampotongan video tersebut Mizan Qudsiah menyebut beberapa makam sakral yang ada di pulau Lombok lalu mengakhirinya dengan menyebut kuburan - keramat tain acong (tai anjing). "Makam Selaparang, Bintaro, Sekarbela, Loang Balok, Ali Batu, Batu Layar, kuburan tain acong - keramat tain acong ,"
Merekamenilai bahwa pidato yang disampaikan oleh MQ di menit 31 dalam video tersebut dianggap menghina warga yang ziarah ke Makam Selaparang, Bintaro, Sekarbela, Loang Balok, Ali Batu, Batu Layar.
Bagaimanasejarah Islam di Lombok sehingga makam keramat menjadi sesuatu yang begitu mengikat masyarakat Sasak. Lombok memiliki banyak makam yang dikeramatkan, Jadi makam Bintaro khusus untuk penyebar Islam keturunan Banjar dan Melayu. Kemudian Batulayar, Syech Hadrami. Kemudian makam Loang Baloq Gaos Abdurrazak, makam Baturiti Mambalan
TeungkuDiujung merupakan tokoh yang telah berjasa mengislamkan penduduk Pulau Simeulue di masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda. Seorang juru kunci di makam Teungku Diujung menceritakan sejarah
SemarakHDKD ke - 77, LPKA Loteng Laksanakan Giat Membersihkan Taman Makam Pahlawan; Sambut HDKD Ke-77, Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Lombok Tengah Laksanakan Kegiatan" Santunan Anak Yatim" Kunjungan Tatap Muka Dibuka Kembali, LPKA Loteng Tetap Layani Kunjungan Video Call
TRIBUNTANGERANGCOM, BINTARO - Pemakaman jenazah pebulutangkis legendaris Indonesia Verawaty Fajrin di TPU Tanah Kusir, Bintaro, Jakarta Selatan berlangsung khidmat. Mobil jenazah Verawaty Fajrin
Pulaulombok adalah pulau kecil nan eksotis yang terletak di provinsi nusa tenggara barat. seperti halnya bali lombok juga memiliki pesona alam yang sangat mempesona. Sejak itu pengelolaan museum resmi oleh Direktorat Jendral Sejarah dan Arkeologi, di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Makam Sunan Drajat dapat ditempuh dari
JAKARTA PT XL Axiata Tbk (XL) dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai mengimplementasikan program XmartCities di Lombok. Salah satu wujudnya adalah pemesanan pemakaman dan pembayaran pajak kendaraan bermotor online.. Program inisiasi kota pintar ini baru tahap awal saja dan memang diarahkan untuk membuat sebuah portal web khusus Pulau Lombok serta aplikasi untuk
RUlIU. Foto Apakah anda merencanakan liburan ke Lombok? Pastikan anda meluangkan waktu untuk mengunjungi makam Nyatok di Lombok Tengah. Artikel ini akan membahas keistimewaan makam Nyatok sebagai wisata sejarah yang wajib anda kunjungi. Manfaat Wisata Sejarah Liburan memang ditujukan untuk menghibur diri. Melepaskan penat dari kesibukan kerja yang anda jalani selama ini. Liburan ke Lombok bisa menjadi salah satu pilihan yang indah. Anda bisa berkunjung ke Gili Trawangan untuk menikmati suasana pantai yang menenangkan. Jika anda menginginkan suasana yang berbeda, maka anda bisa melakukan kunjungan ke tempat wisata sejarah di Lombok. Tidak ada salahnya jika anda meluangkan waktu satu hari untuk berkunjung ke makam Nyatok. Manfaat liburan ke tempat wisata sejarah memberikan anda pengetahuan mengenai sejarah tempat yang anda kunjungi. Anda bisa menambah wawasan terkait dengan sejarah dari makam Nyatok. Selain itu, anda juga bisa sekaligus berziarah. Keistimewaan Makan Nyatok di Lombok Tengah Makam Nyatok bisa dijadikan tempat tujuan wisata yang menarik untuk anda. Terdapat berbagai keistimewaan yang perlu anda ketahui, sebagai berikut 1. Sejarah Makam Nyatok Makam Nyatok terletak di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Makam tersebut berada di bukit sebelah selatan Lombok Tengah. Makam Nyatok merupakan makam Kuno seorang pemuka agama yang bernama Abdullah Akhaddad. Masyarakat di Lombok mengenalnya dengan nama Wali Nyatok. Wali Nyatok adalah pemuka agama yang pertama mengajarkan agama Islam di Lombok. Jika anda berkunjung ke makam Nyatok, maka anda bisa mendapatkan informasi mengenai sejarah makam Nyatok. Hal ini tentu akan menambah pengetahuan sejarah anda. Foto Foto 2. Kondisi Kawasan Makam Nyatok Kawasan makam Nyatok terdiri dari dua komplek makam yaitu makam utara dan makam selatan. Pada bagian utara anda merupakan makam sang wali, sedangkan pada bagian selatan adalah makam pengikut setia sang wali. Makam Nyatok dikelilingi oleh pagar yang terbuat dari kayu. Istimewanya kayu tersebut beragam ada kayu kunyit, kayu tanjung, kayu timus dan kayu ipil. Ujung dari pagar kayu tersebut diruncingkan dan ada pula yang tidak. Kawasan wisata sejarah makam Nyatok juga memiliki kolam dan terdapat pula bangunan gedeng. Bangunan gedeng tersebut digunakan sebagai tempat pertemuan. Kawasan ini memiliki bangunan Gedeng yaitu Gedeng Lauk dan Gedeng Daya. Gedeng Lauk dikhususkan untuk peziarah perempuan. Sedangkan, Gedeng Daya dikhususkan untuk peziarah laki-laki. Fungsi bangunan gedeng ini juga bisa digunakan untuk sholat oleh peziarah yang datang ke makam Nyatok. Terdapat pula kolam yang terletak di depan pintu masuk. Kondisi kolam tersebut saat ini sudah kering. Diperkirakan bahwa kolam tersebut dahulunya digunakan sebagai tempat wudhu. 3. Kunjungan Pada Hari Rabu Bagi anda yang ingin berkunjung ke tempat wisata Lombok Tengah khususnya makam Nyatok. Maka, anda hanya boleh berkunjung pada hari rabu saja. Pada masa lalu diceritakan bahwa Wali Nyatok hanya menerima tamu di hari rabu saja. Hal ini menyebabkan tradisi ziarah hari rabu ini dilaksanakan. Selain itu, tradisi yang perlu anda ketahui adalah melepaskan alas kaki sebelum anda memasuki kawasan makam. Jadi, anda bisa menyimpan alas kaki di luar makam. Demikianlah, pembahasan mengenai wisata makam Nyatok yang perlu anda ketahui. Tempat istimewa ini bisa menjadi tempat tujuan wisata di Lombok. Supaya anda bisa mengetahui sejarah makam Nyatok dan tidak melupakannya. Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda
Mataram, – Setelah sempat vakum selama 4 tahun akibat pandemic covid 19 yang melanda berbagai daerah termasuk kota Mataram, perayaan lebaran topat kembali di gelar oleh Pemerintah Kota Mataram. Perayaan lebaran topat kali ini digelar di dua tempat sekaligus, yaitu di makam bintaro dan makam loang balok. Hal tersebut dikemukakan oleh Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana saat memberikan sambutan dalam kegiatan perayaan lebaran topat yang bertajuk Ma’ripat Mataram Religi Ketupat, dan berlangsung di makam Bintaro Kecamatan Ampenan pada Sabtu 29 April. “Perayaan lebaran topat kali ini terasa istimewa, karena setelah 4 tahun tertunda, perayaan lebaran topat ini kembali kita gelar dan dilaksanakan di dua tempat sekaligus, yaitu di makam Bintaro dan makam loang baloq.” Ujar orang nomor satu di Kota Mataram ini. Dalam peraraan lebaran ketupat ini, Wali Kota yang didampingi oleh Kapolresta Mataram, Kombes Pol Mustofa, Ketua DPRD Kota Mataram, H Didi Sumardi, Para asisten serta jajaran kepala OPD, walaupun sempat tertunda selama 4 tahun bukan berarti masyarakat melupakan tradisi ini. Hal lebih dikarenakan kondisi darurat kesehatan yang melanda Indonesia. Masyarakat umum khususnya Kota Mataram selalu merindukan tradisi perayaan lebaran topat ini, karena begitu kuatnya ikatan tradisi ini yang terjaga turun temurun, dipelihara oleh masyarakat, tidak mengalami bias, dan tetap bisa memberikan pemaknaan dan hikmah salah satunya mempererat tali silaturahmi. Lebaran topat adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan masyarakat Sasak di Lombok seminggu setelah hari raya Idul Fitri. Lebaran topat pada dasarnya adalah sebuah lebaran kecil’ setelah umat muslim selesai menunaikan puasa sunnah bulan Syawal, yaitu puasa selama 6 hari berturut-turut setelah hari Idul Fitri. Dalam tradisi perayaan lebaran topat selain melakukan ziarah makam leluhur, biasanya akan dirangkai dengan prosesi ngurisan, atau tradisi mencukur rambut bayi, yang juga menjadi salah satu rangkaian dari kegiatan perayaan lebaran topat 1444 Hijriah kali ini. ”Apa yang sudah Ulama dan leluhur warisi, haruslah bisa kita jaga dengan baik. Selain itu ditengah kegembiraan masyarakat dalam menjalani tradisi ini, ada pemaknaan tentang rajutansilaturahmi yang kian kuat diantara satu sama lain. Semoga hal baik ini bisa terus terjaga,”pungkasnya seraya tersenyum sumringah. Di tempat yang sama Camat Ampenan, Muzzakir Walad mengatakan, bahwa kegiatan ini bisa berlangsung berkat dukungan penuh dari pihak Pemerintah Kota Mataram. Selain itu kerja kolektif dari seluruh unsur yang ada di kecamatan yang dikenal dengan semboyan Ampenan Satu Sampan seakan menunjukkan bahwa layar telah terkembang menuju masa depan. ”Kami mendapatkan bantuan pendanaan dari pihak Pemkot. Dan kegiatan ini bisa berlangsung dengan lancar juga berka kerjasama semua pihak, mulai dari pemuda, kepala lingkungan,kelurahan dan berbagai unsur yang ada di kecamatan Ampenan ini. Saya berterima kasih untuk hal tersebut,” jelas camat. Kegiatan lebaran ketupat merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya dilaksanakan di Makam Bintaro di rangkaian dengan berbagai kegiatan yaitu ngurisan, menaiki Cidomo sampai pantai dilanjutkan menaiki speedbot ke ke pantai Bom. ’Selain Makam Loang Baloq, Makam Bintaro sebagai lokasi utama perayaan Tradisi Lebaran Ketupat tahun ini bagi masyarakat Sasak Lombok,’’ jelas Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa SIK MH. Perayaan Lebaran Ketupat dipusatkan di dua titik, yaitu di Makam Loang Baloq di Kecamatan Sekarbela dan Makam Bintaro di Kecamatan Ampenan, yang dianggap sebagai dua makam keramat di Kota Mataram. ’ Mari saling menjaga kondusifitas keamanan dan untuk melestarikan tradisi serta budaya Islami yang tidak ada di daerah-daerah lain,’’ jelasnya. Puncak acara kemudian dilanjutkan dengan Belah Ketupat Agung dan Pemukulan Beduk oleh Walikota Mataram yang didampingi oleh Kapolresta Mataram dan Ketua DPRD Kota Mataram sebagai tanda lebaran ketupat dan Menaiki Cidomo sampai dengan pantai. Red
Laporan Wartawan Robbyan Abel Ramdhon LOMBOK BARAT – Makam Keramat Batu Layar, yang terletak di Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, merupakan makam yang menjadi tempat peristirahatan dua tokoh penyebar Islam, Syekh Said Zuhri dan Syekh Ali Al Haddad. Keduanya melakukan syiar Islam di pulau Lombok bersama sosok yang mereka kawal, yakni Syekh Sayyid Syarif Habib Abdurrahman Al Idrus Al Hadromi. Sejarah tersebut diketahui berdasarkan keterangan yang disampaikan H Bahril 53, orang yang bertugas menjadi Nazir penjaga makam di Makam Keramat Batu Layar, Sabtu 12/2/2022. Baca juga Sejarah Makam Keramat Batu Layar, Dari Batu yang Berlayar Hingga Penjaga Makam Turun-Temurun Baca juga Kisah Amaq Ambo 25 Tahun Rawat Makam Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid, Berharap Karomah Bahril telah melakoni profesinya sejak tahun 2010, meneruskan tradisi yang telah dilakukan keluarganya, yang juga merupakan para Nazir terdahulu. Dari penuturan Bahrir, makam yang berusia sejak abad ke-19 itu memiliki berbagai nilai historis. Dan berikut telah merangkumnya dalam 5 fakta Makam Keramat Batu Layar, Lombok Barat 1. Merupakan Lahan yang Diwakafkan H Bahril bercerita, dulunya makam tersebut merupakan milik buyutnya yang menjadi penduduk Batu Layar saat masih berupa itu bernama Kayaji, dan saat itu dialah orang pertama yang menyambut kedatangan para Syekh Sayyid Syarif Habib bersama dua pengawalnya saat menyebarkan Islam di wilayah pesisir Lombok Barat. Ketika dua pengawal sang habib meninggal, Kayaji mewakafkan tanah miliknya sebagai tempat peristirahatan mereka dan hingga kini menjadi makam dari dua pengawal tersebut. Sedangkan Syekh Sayyid Syarif sendiri menghilang secara misterius setelah sepeninggal dua pengawalnya. 2. Dijaga Secara Turun-temurun oleh Keluarga Nazir Nazir adalah penyebutan bagi orang yang ditunjuk untuk menjaga merupakan salah satunya. Ia bersama empat anggota keluarganya yang lain meneruskan tradisi keluarga mereka sebelumnya untuk menjadi Nazir dari Makam Keramat Batu Layar.